Peta Jaringan SIM-RS RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu
Senin, 20 Mei 2013
Kamis, 16 Mei 2013
RSUD Dr.M.Yunus sudah memiliki SIM-RS
Daftar Modul SIM_RS:
- PENDAFTARAN,
- RAWAT JALAN
- RAWAT INAP
- IGD
- LABOR
- RONTGEN
- FISIOTERAPI
- REKAM MEDIK
- ICU, ICCU, OK,
- KASIR RAWAT JALAN
- KASIR RAWAT INAP
- KASIR IGD,
- EIS
- PORTAL
- GUDANG FARMASI
- APOTEK
Rabu, 16 Mei 2012
ALAMAT BARU
Pengumuman: Bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu dapatkan Alamat: www.rsudmyunus.bengkuluprov.go.id atau IP. 202.152.150.132
Rabu, 08 Desember 2010
RSUD Dr.M.YUNUS BENGKULU DI AKREDITASI TIM KARS
Bengkulu.Tim KARS dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 4 (empat) orang akan melakukan penilaian terhadap 16 pelayanan yang ada di RSMY meliputi Pokja Administrasi dan manajemen, Rekam medik, pelayanan farmasi, K3 (dr.Dwi Ratna, M.Sc), pelayanan medis, gawat darurat, OK, intensif (Dr.Sutopo Kirli,Sp.BTKV), laboratorium, Radiologi, Rehab Medik, Pelayanan Darah (dr.Affiarsah abidi ), Keperawatan, Perinatal resiko tinggi, Infeksi nosokomial, Pelayanan gizi (Yuyun Kurniasih,SKP, M.Kep) yang akan dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 8 Desember s/d 11 Desember 2010.
Rabu, 10 November 2010
MEMAKNAI HARI KESEHATAN NASIONAL KE 45
Memaknai Hari Kesehatan Nasional Ke-45
Monday, 09 November 2009 09:11
Catatan : Bisara L. Tobing
Hari Kesehatan Nasional di peringati setiap tanggal 12 November, Tahun ini adalah yang ke 45. Seperti lazimnya perayaan ulang tahun, tentu dirayakan dengan sukacita, acara gerak jalan bersama, pemberian tanda penghargaan dan makan bersama. Kegembiraan tentu bertambah bagi orang-orang tertentu. Apakah karena merasa dekat dengan Menteri Kesehatan yang baru atau memang sudah mendengar akan terpilih menduduki jabatan baru. Sebagian lagi mungkin karena merasa menteri baru berarti harapan baru menuju perubahan yang lebih baik. Tidak ada yang salah dengan perayaan, harapan dan impian. Yang salah adalah bila hari-hari berlalu tanpa makna, apalagi bila menyangkut hampir dua ratus lima puluh juta penduduk Indonesia.
Empat puluh lima tahun yang lalu, Indonesia masih masuk kedalam kelompok terbelakang (under developed country) dengan sumber daya yang masih terbatas. Saat ini, negara kita sudah menjadi emerging nation yang diramalkan akan menjadi macan regional bahkan menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Saat ini pula, kita bia melihat bahwa 'pembangunan kesehatan' sudah maju cukup pesat yang ditandai dengan dibangunnya berbagai sarana pelayanan kesehatan milik swasta dan pemerintah. Baik rumah sakit swasta, klinik, apotik, laboratorium dan rumah sakit spesialitik yang memberikan pelayanan khusus. Misalnya, rumah sakit mata, rumah sakit bedah, rumah sakit THT dan sebagainya. Sumber daya manusia kesehatan juga sudah sangat banyak. Dokter spesialis mungkin sudah hamper sama banyaknya dengan dokter umum. Perawat dan bidan berpendidikan tinggi juga tidak kurang jumlahnya. Akan tetapi, apakah semuanya itu mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat? Jawabannya belum tentu!
Yang pertama yang sangat kasat mata yang dapat kita lihat bahwa sarana pelayanan kesehatan yang 'berkualitas' menumpuk di kota-kota besar seperti Jakarta dan ibukota propinsi. Disebut dengan istilah excess capacity. Di daerah, dimana 80 persen penduduk Indonesia bertempat tinggal, pelayanan kesehatan hanya dilayani oleh rumah sakit umum daerah dan puskesmas. Kalaupun ada rumah sakit swasta, kelasnya tidak jauh berbeda. Konsekuensinya, semakin banyak pasien yang dirujuk yang tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bagi yang punya uang, ini bukan masalah, ke luar negeri sekalipun akan mereka jalani, tetapi bagi mereka yang ekonominya pas-pasan, berobat menjadi sangat mahal dan dapat membuat orang jatuh miskin (impoverishing care).
Pemerintah membuat terobosan dengan meluncurkan askeskin yang sekarang bernama Jamkesmas. Namun entah kenapa, niat tulus pemerintah pemerintah ini masih carut marut. Model dokter dan bidan PTT yang menggantikan model Inpres dulu juga menjadi salah satu penyebab kekacauan pelayanan. Sebabnya, sesudah 6 bulan dokter dan bidan PTT segera akan meninggal lokasi baik untuk melanjutkan pendidikan atau praktek di kota besar yang lebih menjanjikan. Kalau dulu, wajib kerja sarjana sedikitnya 3 tahun.
Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional: Perlu Ditata Ulang
Kelihatannya, sistem kesehatan nasional tidak cukup menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab adalah karena sistem pelayanan kesehatan nasional tidak fokus menjawab masalah-masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat. Sistem kesehatan nasional cenderung terlalu filosofis, birokratis dan tidak mengakar. Orang sakit tidak akan sembuh oleh berbagai rapat, seminar dan workshop. Penyakit hanya dapat disembuhkan dengan obat, bukan dengan resep dan pentunjuk bagaimana menjalankan Pola Hidup Bersih Sehat. Bagaimana masyarakat mau menjalankannya bila tidak ada air bersih? Diperlukan bukti konkrit.
Penataan Sistem Pelayanan Kesehatan kelihatannya sudah mendesak untuk dilakukan. Tujuannya adalah agar pelayanan kesehatan menjadi mudah terjangkau dan merata, bisa di beli oleh masyarakat, bermutu, efektif dan efisien. Pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sangat perlu sebab sakit kepala misalnya, bisa diobati dengan istirahat saja namun bisa pula dengan berbagai pemeriksaan penunjang yang berbiaya sangat mahal dan akhirnya sembuh dengan nasihat saja. Ini hanya satu contoh saja.
Memaknai Hari Kesehatan Nasional
Hari Kesehatan Nasional sebaiknya dimaknai dengan benar, khususnya oleh tenaga kesehatan, dan lebih khusus lagi oleh Menteri Kesehatan dan para pejabat eselon. Di awal masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini ada baiknya Hari Kesehatan Nasional ke 45 ini dimaknai sebagai awal dari permulaan perubahan dan awal dari inisiatif baru untuk menata ulang Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional yang merata, terjangkau, efektif dan efisien. Hanya dengan cara ini kesamaan mutu pelayanan di Jakarta dan kota paling ujung di Timur dan Barat Indonesia bisa terwujud.
Selamat ulang tahun, selamat menikmati hidangan yang tersedia namun jangan lupa, rakyat membutuhkan perubahan!
*Penulis adalah ahli kesehatan masyarakat, pemerhati kesehatan dasar, tinggal di Medan
Monday, 09 November 2009 09:11
Catatan : Bisara L. Tobing
Hari Kesehatan Nasional di peringati setiap tanggal 12 November, Tahun ini adalah yang ke 45. Seperti lazimnya perayaan ulang tahun, tentu dirayakan dengan sukacita, acara gerak jalan bersama, pemberian tanda penghargaan dan makan bersama. Kegembiraan tentu bertambah bagi orang-orang tertentu. Apakah karena merasa dekat dengan Menteri Kesehatan yang baru atau memang sudah mendengar akan terpilih menduduki jabatan baru. Sebagian lagi mungkin karena merasa menteri baru berarti harapan baru menuju perubahan yang lebih baik. Tidak ada yang salah dengan perayaan, harapan dan impian. Yang salah adalah bila hari-hari berlalu tanpa makna, apalagi bila menyangkut hampir dua ratus lima puluh juta penduduk Indonesia.
Empat puluh lima tahun yang lalu, Indonesia masih masuk kedalam kelompok terbelakang (under developed country) dengan sumber daya yang masih terbatas. Saat ini, negara kita sudah menjadi emerging nation yang diramalkan akan menjadi macan regional bahkan menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Saat ini pula, kita bia melihat bahwa 'pembangunan kesehatan' sudah maju cukup pesat yang ditandai dengan dibangunnya berbagai sarana pelayanan kesehatan milik swasta dan pemerintah. Baik rumah sakit swasta, klinik, apotik, laboratorium dan rumah sakit spesialitik yang memberikan pelayanan khusus. Misalnya, rumah sakit mata, rumah sakit bedah, rumah sakit THT dan sebagainya. Sumber daya manusia kesehatan juga sudah sangat banyak. Dokter spesialis mungkin sudah hamper sama banyaknya dengan dokter umum. Perawat dan bidan berpendidikan tinggi juga tidak kurang jumlahnya. Akan tetapi, apakah semuanya itu mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat? Jawabannya belum tentu!
Yang pertama yang sangat kasat mata yang dapat kita lihat bahwa sarana pelayanan kesehatan yang 'berkualitas' menumpuk di kota-kota besar seperti Jakarta dan ibukota propinsi. Disebut dengan istilah excess capacity. Di daerah, dimana 80 persen penduduk Indonesia bertempat tinggal, pelayanan kesehatan hanya dilayani oleh rumah sakit umum daerah dan puskesmas. Kalaupun ada rumah sakit swasta, kelasnya tidak jauh berbeda. Konsekuensinya, semakin banyak pasien yang dirujuk yang tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bagi yang punya uang, ini bukan masalah, ke luar negeri sekalipun akan mereka jalani, tetapi bagi mereka yang ekonominya pas-pasan, berobat menjadi sangat mahal dan dapat membuat orang jatuh miskin (impoverishing care).
Pemerintah membuat terobosan dengan meluncurkan askeskin yang sekarang bernama Jamkesmas. Namun entah kenapa, niat tulus pemerintah pemerintah ini masih carut marut. Model dokter dan bidan PTT yang menggantikan model Inpres dulu juga menjadi salah satu penyebab kekacauan pelayanan. Sebabnya, sesudah 6 bulan dokter dan bidan PTT segera akan meninggal lokasi baik untuk melanjutkan pendidikan atau praktek di kota besar yang lebih menjanjikan. Kalau dulu, wajib kerja sarjana sedikitnya 3 tahun.
Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional: Perlu Ditata Ulang
Kelihatannya, sistem kesehatan nasional tidak cukup menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab adalah karena sistem pelayanan kesehatan nasional tidak fokus menjawab masalah-masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat. Sistem kesehatan nasional cenderung terlalu filosofis, birokratis dan tidak mengakar. Orang sakit tidak akan sembuh oleh berbagai rapat, seminar dan workshop. Penyakit hanya dapat disembuhkan dengan obat, bukan dengan resep dan pentunjuk bagaimana menjalankan Pola Hidup Bersih Sehat. Bagaimana masyarakat mau menjalankannya bila tidak ada air bersih? Diperlukan bukti konkrit.
Penataan Sistem Pelayanan Kesehatan kelihatannya sudah mendesak untuk dilakukan. Tujuannya adalah agar pelayanan kesehatan menjadi mudah terjangkau dan merata, bisa di beli oleh masyarakat, bermutu, efektif dan efisien. Pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sangat perlu sebab sakit kepala misalnya, bisa diobati dengan istirahat saja namun bisa pula dengan berbagai pemeriksaan penunjang yang berbiaya sangat mahal dan akhirnya sembuh dengan nasihat saja. Ini hanya satu contoh saja.
Memaknai Hari Kesehatan Nasional
Hari Kesehatan Nasional sebaiknya dimaknai dengan benar, khususnya oleh tenaga kesehatan, dan lebih khusus lagi oleh Menteri Kesehatan dan para pejabat eselon. Di awal masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini ada baiknya Hari Kesehatan Nasional ke 45 ini dimaknai sebagai awal dari permulaan perubahan dan awal dari inisiatif baru untuk menata ulang Sistem Pelayanan Kesehatan Nasional yang merata, terjangkau, efektif dan efisien. Hanya dengan cara ini kesamaan mutu pelayanan di Jakarta dan kota paling ujung di Timur dan Barat Indonesia bisa terwujud.
Selamat ulang tahun, selamat menikmati hidangan yang tersedia namun jangan lupa, rakyat membutuhkan perubahan!
*Penulis adalah ahli kesehatan masyarakat, pemerhati kesehatan dasar, tinggal di Medan
Selasa, 02 November 2010
Sosialisasi dan Pemahaman BLUD
Jarum jam menunjukan pukul 09.00 pagi, tampak hadir undangan seluruh pejabat struktural eselon 2,3 dan 4 serta tim penyusunan RSB & RBA, ada hal yang menarik pada hari ini bagaimana tanggapan dan komentar yang beragam dari mulai cara menyajikan yang dikomentari sampai dengan statement-statement yang kedengarannya membuat kita tersenyum dan ketawa, sehingga pertemuannya terasa lebih hidup.Dari hasil kegiatan sosialisasi disini nampak jelas masih beragamnya persepsi pemahaman tentang BLUD dari mulai peraturan-peraturan dan sampai kepada alur proses pengusulan.ada yang mengusulkan perlunya advokasi dan lobi-lobi.
Ada yang menarik dari komentar wadir pelayanan "saat ini bukan lagi waktu Ikita untuk sosialisasi akan tetapi bagaimana aksi kita...." pertanyaanya mampukah kita menyiapkan semua dokumen-dokumen pendukung BLUD tersebut (waktu tinggal 2 bulan lagi) semoga......(by.NHJ)
Ada yang menarik dari komentar wadir pelayanan "saat ini bukan lagi waktu Ikita untuk sosialisasi akan tetapi bagaimana aksi kita...." pertanyaanya mampukah kita menyiapkan semua dokumen-dokumen pendukung BLUD tersebut (waktu tinggal 2 bulan lagi) semoga......(by.NHJ)
Senin, 01 November 2010
PRAY TO INDONESIA
Untuk kita renungkan....
Bencana akhir-akhir ini yang terjadi di negeri ini membuat kita sedih dan pilu...ucapan keperihatinan tak henti-hentinya datang dari berbagai lapisan masyarakat baik dari dalam dan luar..terlepas Bencana itu adalah musibah dan musibah itu datang dari sang pencipta bumi dan langit ini...tapi kita harus mampu dan siap bila bencana itu datang, muncul pendapat dan prediksi dari para peramal dan ahli kalau bencana ini akan terjadi di Bengkulu setelah mentawai, siapkah kita menghadapinya dan bagaimana kita mengatasi atau menekan dampak negatif dari bencana itu....sebenarnya Bengkulu sudah berpengalaman menghadapi bencana alam Gempa Bumi yaitu juni tahun 2000 dan september 2007.
Ada hal yang terlupa kita sering baru kasak kusuk kalau bencana itu sudah terjadi tapi kita tidak pernah menyiapkan kalau bencana itu datang tiba-tiba....(bersambung)...
Bencana akhir-akhir ini yang terjadi di negeri ini membuat kita sedih dan pilu...ucapan keperihatinan tak henti-hentinya datang dari berbagai lapisan masyarakat baik dari dalam dan luar..terlepas Bencana itu adalah musibah dan musibah itu datang dari sang pencipta bumi dan langit ini...tapi kita harus mampu dan siap bila bencana itu datang, muncul pendapat dan prediksi dari para peramal dan ahli kalau bencana ini akan terjadi di Bengkulu setelah mentawai, siapkah kita menghadapinya dan bagaimana kita mengatasi atau menekan dampak negatif dari bencana itu....sebenarnya Bengkulu sudah berpengalaman menghadapi bencana alam Gempa Bumi yaitu juni tahun 2000 dan september 2007.
Ada hal yang terlupa kita sering baru kasak kusuk kalau bencana itu sudah terjadi tapi kita tidak pernah menyiapkan kalau bencana itu datang tiba-tiba....(bersambung)...
Kamis, 28 Oktober 2010
Program S2 USAID
Anda karyawan RSUD M Yunus Bengkulu, ingin dapat dana tugas belajar dari USAID , untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Bidang Pendidikan RSUD M Yunus Bengkulu, atau anda dapat mengakses website www.aed.or.id.jangan terlambat syarat2 pendaftaran terakhir harus masuk paling lambat tanggal 31 Desember 2010.Trims (DI)
Sabtu, 23 Oktober 2010
Data dan Informasi
PENGUMUMAN:
RS Dr. M.Yunus Bengkulu terhitung tanggal 20.10.2010 online internet dan untuk surat menyurat elektronik dapat dialamatkan pada e-mail.rsudmyunus@gmail.com dan blog. dengan alamat :www.rsudmyunus.blogspot.com.
Demikian atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
RS Dr. M.Yunus Bengkulu terhitung tanggal 20.10.2010 online internet dan untuk surat menyurat elektronik dapat dialamatkan pada e-mail.rsudmyunus@gmail.com dan blog. dengan alamat :www.rsudmyunus.blogspot.com.
Demikian atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Jumat, 01 Januari 2010
SELAMAT TAHUN BARU 2010
Dr. Zulman Zuri Amran
Direktur
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami segenap jajaran direksi dan karyawan RSMY Bengkulu, mengucapkan selamat tahun baru 2010, semoga tahun ini menjadi berkah bagi kita semua, Terimkasih atas dukungan yang telah diberikan semua pihak ditahun 2009, dan mohon maaf atas segala kekurangan. Mohon doa dan dukungannya di tahun 2010 agar pelayanan dan fasilitas yang kami berikan kepada customer lebih baik lagi sesuai dengan VISI RSMY Bengkulu "Menjadi Rujukan Medis terbaik melalui pelayanan prima dan Pusat Pendidikan terbaik di Propinsi Bengkulu"
Kamis, 31 Desember 2009
DATA KUNJUNGAN PASIEN RAWAT INAP
DI RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU
BERDASARKAN KRITERIA PASIEN
TAHUN 2004 s/d 2008
Dari tabel dan grafik diatas dapat dilihat jumlah kunjungan pasien rawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Pada tahun 2008 jumlah kunjungan pasien rawat inap mencapai 20918 pasien atau mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat inap sebesar (28,45%) dibanding tahun 2005 yang jumlah kunjungannya sebesar 3.111 pasien.
Rabu, 30 Desember 2009
VISI
Menjadi Rujukan Medis terbaik melalui pelayanan prima dan Pusat Pendidikan terbaik di Propinsi Bengkulu
MISI
Memberikan pelayanan cepat, tepat, ramah dan terjangkau bagi semua masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga profesional dala memberikan pelayanan.
Memenuhi kebutuhan sarana dan fasilitas Rumah sakit untuk menunjang kualitas pelayanan.
Meningkatkan kesejahteraan karyawan sebagai motivasi kerja dalam memberikan Pelayanan prima
Meningkatkan disiplin anggaran dalam rangka menunjang efisiensi pengeluaran
Menunjang tercapainya pendidikan profesi kedokteran melalui pendidikan, penelitian dan pelayanan serta pengabdian masyarakat
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga profesional dala memberikan pelayanan.
Memenuhi kebutuhan sarana dan fasilitas Rumah sakit untuk menunjang kualitas pelayanan.
Meningkatkan kesejahteraan karyawan sebagai motivasi kerja dalam memberikan Pelayanan prima
Meningkatkan disiplin anggaran dalam rangka menunjang efisiensi pengeluaran
Menunjang tercapainya pendidikan profesi kedokteran melalui pendidikan, penelitian dan pelayanan serta pengabdian masyarakat
Tujuan Umum
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari Tujuan Nasional. Untuk itu RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebagai pusat rujukan tertinggi di Propinsi Bengkulu diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan mutu yang terbaik dan biaya yang terjangkau.
Tujuan Khusus
Meningkatkan manajemen profesional dalam rangka mewujutkan pelayanan prima
Meningkatkan jaringan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit.
Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi sebagian biaya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
Mengembangkan rumah Sakit sebagai Pusat penelitian dan pendidikan di bidang kesehatan.
Melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit yang sesuai dengan standar.
Meningkatkan Akuntabilitas Rumah sakit.
Meningkatkan manajemen profesional dalam rangka mewujutkan pelayanan prima
Meningkatkan jaringan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit.
Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi sebagian biaya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
Mengembangkan rumah Sakit sebagai Pusat penelitian dan pendidikan di bidang kesehatan.
Melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit yang sesuai dengan standar.
Meningkatkan Akuntabilitas Rumah sakit.
INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD)
Merupakan unit RS yang memberikan perawatan pertama kepada pasien. Unit ini dipimpin oleh seorang dokter jaga dengan tenaga dokter ahli dan berpengalaman dalam menangani PGD ( Pelayanan Gawat Darurat ), yang kemudian bila dibutuhkan akan merujuk pasien kepada dokter spesialis tertentu.
Ruang Perawatan Triage
Selasa, 29 Desember 2009
SEJARAH RSUD Dr. M. YUNUS
SEJARAH BERDIRINYA RUMAH SAKIT Dr.M.YUNUS BENGKULU
Rumah Sakit Umum Bengkulu pada awalnya berdirinya di.Jl.A Yani ( Kampung Cina ) yang sekarang ditempati kantor Pos Bengkulu pada tahun 1922,kemudian pada tahun 1925 pindah ke Anggut atas. Di daerah Ratu agung yang sekarang menjadi Jl.Soekarno-hatta.Dengan Direkturnya sorang Dokter Belanda yang bernama dr.Briunkop yang di dampingi seorang dokter yang berasal dari Indonesia yang bernama dr. Assikin serta beerapa petugas kesehatan, Zickken Opesser ( Perawat ) dan 2 orang tenaga adiministrasi dan seorang pelayan.pada saat itu Propinsi masih merupakan karesidenan dari propinsi sumatra Selatan. pada tahun 1977 Rumah Sakit pindah ke Padang Harapan sampai tahun 1995. Berkat usaha yang keras dari jajaran pejabat Rumah Sakit maka pada Tanggal 7 maret 1978 Rumah sakit daerah Bengkulu diresmikan pemakaiannya oleh Mentri Kesehatan Prof.G.A Siswabessy dan menjadikan kan tanggal 7 Maret sebagai hari Jadi Rumah sakit.dengan klarifikasi C berdasarkan Surat keputusan menetri Nomor: 51/Menkes/SK/II/1978.kemudian meningkat menjadi Kelas B non pendidikan berdasarkan Keputusan menteri Nomor: 1065/Menkes/SK/XI/1992.
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 445.28.366 tanggal 10 Juli 1995 RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu resmi menjadi Rumah Sakit Umum Swadana Daerah yang diperkuat dengan Peraturan Daerah Nomor 14 tahun 1994 tanggal 22 Nopermber 1994 dan Surat Keputusan Direktur Nomor 655 tahun 1995 tanggal 13 Desember, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2002 tentang Organisasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dinyatakan bahwa RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu merupakan Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk badan. Sekarang menjadi lembaga pendidikan Akademi keperawatan Propinsi Bengkulu. Pada tahun 1996 Rumah Sakit Umum Propinsi Bengkulu dipindahkan kelokasi desa Sidomulyo kota Bengkulu sampai dengan sekarang . berdasarkan Surat keputusan menteri dalam negeri Nomor: 445.28.366 tanggal 10 Juli 1995 Rumah sakit umum bengkulu resmi menjadi Rumah sakit Umum Swadana daerah yang diperkuat dengan Perda Nomor: 14 tahun 1994 tanggal 22 November 1994, dan surat Keputusan Gubernur Bengkulu nomor: 655 tahun 1995 tanggal 13 Desember 1995.Selanjutnya berdasarkan surat keputusan menteri kesehatan RI nomor 1413/MENKES/SK/XII/2006 tanggal 15 desember 2006 menjadi Rumah Sakit Kelas B Pendidikan dan merupakan Rumah sakit Rujukan tertinggi di Propinsi Bengkulu.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Direktur RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Nomor : 821/11306/SK/UM.4 tanggal 2 Januari 2004 tentang uraian tugas di lingkungan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, dijabarkan seluruh uraian tugas pejabat struktural dan fungsional/instalasi. RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di propinsi Bengkulu dalam menyelenggarakan upaya kesehatan diwajibkan harus memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan sebagai sebagian integral dalam mendukung pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010, yaitu prikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata serta pengutamaan dan manfaat.
Nama-nama Dokter yang pernah menjadi Direktur Rumah Sakit Dr.M.yunus Bengkulu :
1. Dr.Edy Lim Cien Tahun 1958 – 1963
2. Dr. Ong Khe Haw Tahun 1963 – 1964
3. Dr.Ong Ek Wie Tahun 1964 – 1966
4. Dr.Imran Chatib Tahun 1966 - 1968
5. Dr. Umar Salim Tahun 1968 – 1972
6. Dr. Zulkifli Caniago Tahun 1972 – 1974
7. Dr. M.Sani Yusuf Tahun 1974 – 1976
8. Dr. Ngudiharjo Tahun 1976 – 1979
9. Dr. Hans mansyur Tahun 1979 – 1982
10. Dr. A.Sujudi, MHA Tahun 1982 – 1994
11. Dr.M.Zayadi Hoesein, SPOG Tahun 1994 – 2001
12. Dr. Suhardi M Nur Tahun 2001 – 2004
13. Dr. Sarifuddin Tahun 2004 – 2007
14. Dr. Zaini Dahlan,SPD Tahun 2007 – 2008
15. Dr.Zulman Zuri Amran Tahun 2008 - Sekarang
Langganan:
Postingan (Atom)





